Jumat, 06 Mei 2011

Minyak Terhampar Di Bawah Level $100 per barel

Minyak tenggelam hampir sebanyak 8% pada hari Kamis, menuju penurunan harian terbesar terhadap dollar AS sejak krsisis finansial tahun 2008, seiring kecemasan mengenai pertumbuhan ekonomi dan pengetatan moneter yang menyeret sektor komoditas turun. Sinyal ekonomi bearish yang datang dari Eropa dan Amerika Serikat, menambah kecemasan yang telah memukul sektor komoditas sepanjang pekan. Tingkat pesanan industri di Jerman turun diluar dugaan pada bulan Maret sementara jumlah klaim pengangguran di AS menyentuh level tinggi 8 bulan.
"Outlook bullish jangka panjang masih berlaku, namun koreksi ini mungkin akan berlangsung lama atau mungkin selama beberapa bulan, seiring lemahnya data ekonomi memicu koreksi pada berbagai bagian," ucap Sterling Smith, analis senior pada Country Hedging Inc di Minnesota.

Dollar Dead Cat Bounce ?

Indeks dollar minggu ini turun ke level terendah sejak Juli 2008. McGillivray pada Great Pacific Wealth mengatakan ia melihat penguatan dollar pada hari Kamis sebagai "dead-cat-bounce" yang mungkin akan berbalik jika melambatnya laju pemulihan ekonomi memicu paket stimulus tambahan dari Federal Reserve.
Jumlah klaim pengangguran melambung ke level tinggi 8 bulan mingu lalu dan pertumbuhan produktivitas melambat di kuartal pertama, membayangi outlook perekonomian yang berusaha menambah lajunya. Potensi bullish komoditas terhadap dollar yang melemah dapat dikalahkan oleh dampak kenaikan harga komoditas itu sendiri terhadap perekonomian AS.
"Selama ini kita melihat pasar rentan terhadap koreksi, dan aksi jual pada hari Kamis konsisten dengan pandangan tersebut," ucap David Greely, kepala riset energi Goldman Sachs. "Kecemasan mengenai dampak kenaikan harga pada perekonomian dan tingkat permintaan sekarang menjadi fokus, pasar minyak sudah beralih dari fokusnya terhadap kecemasan geopolitik."

Kamis, 05 Mei 2011

Saham AS Berjangka Melorot Jelang Laporan Pendapatan GM

Saham AS berjangka terpantau melemah pada hari Kamis menjelang laporan penjualan toko, serta laporan pendapatan dari General Motors Co. Penurunan ini sekaligus menandai tiga hari berturut saham AS berjangka melorot mengikuti kinerja saham global yang terpuruk sejalan dengan likuidasi aset berisiko menyebar ke berbagai bursa belahan dunia.
 
Data tenaga kerja ADP sebelumnya telah menyeret saham Dow Jones Industrial Average, hari ini pada pukul 20.30 kembali dirilis klaim tunjangan penganggur yang kurang positif karena data tersebut masih diatas level psikologis 400,000 klaim.
 
Dilanjutkan pidato Gubernur Fed Ben Bernanke pada pukul 21.30 WIB. Dari sisi kalender laporan earning selain General Motor, akan dilaporkan juga pendapatan Kraft Foods Inc, AIG dan Visa.

Minyak Melorot Tajam, Target Berikutnya di 102.20?

Minyak mentah berjangka anjlok seiring dengan melambungnya dollar AS terhadap euro serta data stok cadangan minyak mentah AS naik diluar perkiraan.
 
Terpantau sejauh ini minyak mentah berjangka diperdagangkan di level $105.83, atau turun -3.10%.
 
Penguatan dollar terhadap Euro semakin menjadi-jadi setelah keputusan suku bunga ECB & komentar dari Presiden ECB Jean Claude Trichet yang tidak memberikan indikasi kapan kenaikan bunga bank sentral Eropa berikutnya. Padahal tadinya para pelaku pasar mengharapkan indikasi kenaikan bunga bulan Juni.
 
Berdasarkan studi teknikal, intraday bias minyak masih kebawah mengincar support 105.31 atau Moving Average 55 hari, anjlok dibawah area tersebut dapat memicu momentum bearish lebih lanjut mengincar area support kunci 102.20. Di sisi atasnya, resisten di 107.95 - 110.23 – 111.06.

Klaim Pengangguran AS Melonjak Ke 474K

 Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim untuk mendapatkan tunjangan pengangguran mengalami lonjakan pada minggu lalu. Klaim awal pengangguran meningkat sebesar 43.000 menjadi 474.000 pada minggu lalu, naik dari angka minggu sebelumnya yang direvisi menjadi 431.000 dari 429.000. Liburan musim semi di New York, program tunjangan darurat baru di Oregon dan penghentian sementara aktivitas pabrikan mobil Jepang menjadi 3 faktor utama terjadinya lonjakan, menurut Departemen Tenaga Kerja.
"Nampaknya terjadi sedikit perlambatan pada bulan April," kata Thomas Simons, ekonom pada Jefferies Group Inc. di New York. "Pemulihan pasar tenaga kerja belum secepat yang terlihat pada bulan sebelumnya."
 
Rata-rata perkiraan para ekonom dalam sebuah survey menunjukkan penurunan klaim ke 410.000

Komentar ECB's Trichet Jatuhkan Euro

Euro turun tajam setelah ECB's Trichet berikan komentar yang tidak se-hawkish perkiraan pasar. "Masih ada resiko kenaikan inflasi seiring tingginya harga komoditas dan bank sentral harus mencegah efek berantai dari kenaikan harga. Ekspektasi inflasi harus terkendali dan bank sentral akan terus memantau perkembangan harga. Meskipun demikian, masih ada ketidakpastian yang bayangi pemulihan ekonomi. Tingginya harga energi dan gejolak geo-politik merupakan resiko siginifikan bagi pertumbuhan," ungkap Trichet.
Penyataan Trichet bahwa "ECB akan terus memantau perkembangan harga dan kebijakan moneter masih akomodatif" berikan sinyal bagi trader bahwa ECB mungkin tidak akan naikan suku bunga pada pertemuan Juni. EUR/USD kini diperdagangangka 1.4720, dekat level rendah harian 1.4710. 

Seputar Komoditi Emas & Perak

          Silver anjlok lagi di hari ketiga berturut-turut, melemah dibawah $40 untuk kali pertama dalam sebulan terakhir karena para investor melanjutkan aksi jual akibat tingginya biaya trading dalam hal margin requirement di komoditi.
 
Harga perak sendiri telah melemah 19% sejak Jumat, ketika CME Group mengatakan kenaikan margin yang diperlukan untuk trading komoditi tersebut. Pada hari Senin dam Rabu bursa tersebut kembali menaikkan margin yang diperlukan untuk membuka posisi perak akibatnya para pelaku pasar melakukan taking profit, exodus posisi tersebut juga picu komoditi lain seperti kopi Arabica berjangka melemah 3.7%, sementara kapas anjlok 3.8%.
 
          Emas berjangka untuk pengantaran bulan Mei diperdagangkan melemah -0.12% ke level 1,514.20 turut terseret oleh perak. Berdasarkan studi teknikal Emas masih melanjutkan konsolidasi dibawah 1577.40 dan harga berpotensi terkoreksi turun, namun pelemahan masih terbatas di area 1478. Di sisi atasnya, jika tembus lagi diatas 1577.40 dapat memicu reli ke level Fibonacci projection 161.8% di level 1601.7, sebelum ke level 1757.1.
 
Tapi Emas sulit untuk naik kearah sana, sebelum mengurangi kondisi jenuh beli (overbought), sehingga strategi terbaik pada fase ini adalah buy on a dip / akumulasi beli jika terjadi penurunan secara berlebihan.

Emas cukup tertekan di sesi London; masih terbebani oleh berkurangnya sentimen investasi setelah Soros Fund Management dan Passport Capital kurangi kepemilikan emasnya. Trader juga terlihat enggan mengambil posisi jelang hasil pertemuan ECB nanti malam. Meski demikian, berlanjutnya pelemahan dollar masih bisa cegah penurunan lebih lanjut.

Tidak banyak aktivitas di pasar fisik seiring trader nantikan hasil pertemuan ECB malam ini dan data tenaga kerja AS besok. “Terlihat aksi beli emas di harga yang lebih rendah di sesi Asia," ungkap dealer Singapura yang diwawancarai Reuters. Pernyataan ECB yang lebih hawkish dan lemahnya data ekonomi AS dapat menopang pergerakan harga emas. Pasar kini fokus apakah ECB gunakan kode "strong vigilance" sebagai sinyal kenaikan suku bunga pada bulan Juni, setelah kenaikan di bulan April. Investor juga nantikan laporan tenaga kerja AS pada hari Jumat, yang diprediksi tunjukkan berkurangnya pertumbuhan lapangan pekerjaan akibat tingginya harga bensin.

USD Terpuruk vs Mayoritas Valuta

Sebagian besar mata uang menunjukkan pergerakan naik terhadap dollar AS. Euro dibuka di sesi Asia (05/05) pada level 1.4825 dan terus melaju 40 pips hingga saat ini diperdagangkan pada level 1.4865.
Franc Swiss terus beranjak naik terhadap dollar AS, dan saat ini berada di level 0.8600, tepat 15 pips di bawah harga permulaan.
Sterling juga terlihat menguat dari harga pembukaan, dengan kenaikan mencapai 1.6520 jelang keputusan moneter Bank of England hari ini. Pergerakan sudah sebanyak 0.2% dari harga pembukaan di level 1.6486.
 
Yen juga menunjukkan penguatan ke dekat level support 80.42. JPY melanjutkan penguatannya terhadap dollar AS sebanyak 13 pips sejak awal sesi Asia dimulai.
 
“Dollar AS ke level rendah 3-tahun terhadap sebagian besar mata uang hari Rabu (kemarin) sehingga proyeksi memburuk. Pelemahan data ekonomi memicu ekspektasi bahwa suku bunga AS akan bertahan rendah tahun ini," demikian komentar dari Gertrude Chavez, ThomsonReuters.

Pasar Menanti 'Isyarat' Trichet

Bank Sentral Eropa (ECB) diprediksi tetap menahan suku bunga pada level 1,25% hari ini (survei Bloomberg). Namun pasar harus mempelajari statement yang diungkapkan oleh Jean-Claude Trichet nanti malam. Presiden ECB bisa memberi sinyal mengenai waktu kenaikan suku bunga Eropa.
 
Jika benar Trichet memberi isyarat kenaikan, maka kemungkinan besar suku bunga baru bisa berlaku pada bulan Juni depan. Hampir semua pejabat ECB sepakat bahwa Eropa membutuhkan pengetatan moneter demi menghadang inflasi yang bulan lalu sudah mencapai 2,8%. Akan tetapi, upaya normalisasi kebijakan terbentur oleh masalah hutang beberapa negara seperti Portugal. 
 
"Jika ECB memberi pernyataan 'hawkish', maka mereka sebenarnya menargetkan suku bunga 2& di akhir tahun," ujar Marco Valli, Chief Ekonom Wilayah Euro UniCredit. Valli meyakini bahwa suku bunga tidak akan berubah Juni mendatang. "Keputusan yang sulit, terutama di tengah krisis kawasan," tambahnya.

Gejolak Minyak Kian Tajam

Kematian Osama bin Laden berhasil membuat pasar saham melonjak. Di saat bersamaan, harga komoditi primadona seperti minyak dan emas justru menjauhi level tinggi. Namun senrimen keamanan tersebut tidak akan mampu mengubah arah sesungguhnya dari berbagai komponen investasi. Misalnya minyak, gejolak harga tidak mencerminkan bahwa ada yang salah dengan komoditi ini, mengingat prospeknya masih cemerlang di tahun 2011. 
 
Harga minyak adalah landasan inflasi suatu negara yang sangat sensitif terhadap rumor dan berita. Namun jika diurut kembali kepada studi teknikal, terkadang proyeksi dan kenyataan sangatlah berbeda. Para analis serta traders berbagi pandangan mereka tentang volatilitas pasar minyak terkini.
 
1. Daryl Guppy, Trader, Penulis dan Pakar Investasi
 
"Target selanjutnya bagi minyak adalah $124."
 
Chart oil di NYMEX menunjukkan adanya pola perilaku baru, dimana pola itu berakhir dengan koreksi tiba-tiba. Seperti yang terjadi pasca kematian bin Laden. Saat minyak diperdagangkan di bawah $100, pola support dan resisten tampak konsisten. Target kisaran atas teknikal bagi oil adalah $98, target psikologis ada di $100. 
 
Saat melampaui $100, harga menjadi sering bergejolak dengan range pergerakan lebih tajam dibanding saat masih berada di bawah $100. Penentuan target pertama mengacu pada resisten psikologis $100, sehingga target atas terletak di $112 (kelipatan $12 antar resisten). Kemarin level tersebut sudah terpenuhi, maka target atas selanjutnya adalah di $124. Namun secara normal, minyak harus berkonsolidasi dulu di kisaran tersebut sebelum mengincar level tinggi baru. Saat konsolidasi lengkap, maka oil bisa menguji target jangka pendek $124. 
 
2. Matt Smith, Summit Energy, Kentucky
 
"Penurunan minyak adalah respon terhadap penguatan dollar."
 
Kegembiraan atas kabar bin Laden hanya bersifat sementara. Kini, perhatian kembali pada aksi hindar resiko dan perekonomian. Korelasi negatif antara minyak dan dollar kali ini adalah yang paling tajam sejak akhir November lalu. 
 
3. Michael Hewson, Analis CMC Markets
 
"Terdapat kecemasan bahwa suku bunga lebih tinggi bisa membunuh pertumbuhan demand minyak."
 
Harga minyak sempat anjlok setalah Bank Sentral India menaikkan suku bunga lebih dari perkiraan. Dengan demikian, aktifitas bisnis bisa bertambah lesu sehingga permintaan menyusut. Patut dicatat bahwa India adalah salah satu emerging markets paling aktif dalam memberi kontribusi bagi pertumbuhan global. Apalagi negara industri lainnya, China, sudah lebih dahulu menaikkan bunga acuan untuk melawan inflasi. 
 
Pekan lalu, stok minyak mentah AS naik 3,2 juta barel. American Petroleum Institute juga merilis kenaikan persediaan BBM sebesar 680 ribu. Laporan terkini dari Energy Information Administration akan dirilis malam ini. Laporan tersebut bisa memberi gambaran apakah daya tarik minyak masih cukup besar.

Penjualan Ritel Australia Turun 0.5%

Penjualan ritel Australia turun 0.5% menjadi A$20.46 milyar di bulan Maret dari A$20.55 milyar di bulan Februari dan dari A$20.00 milyar di tahun sebelumnya, menurut biro pusat statistik Australia di hari Kamis. 
Ekonom yang disurvey menjelang data dirilis memperkirakan kenaikan penjualan sebesar 0.5% di bulan Maret.  Penjualan naik 0.8% di bulan Februari. Penjualan stabil di kuartal pertama tahun 2011 dari kuartal empat 2010, dibandingkan dengan ekspektasi kenaikan 0.7%.
Tingkat pengembalian ritel dalam volume merosot menjadi A$59.78 milyar di kuartal pertama dari A$59.84 milyar di kuartal sebelumnya.

Komentar Lagarde Pulihkan Dollar

Dollar AS kurangi pelemahan di sesi New York setelah Mentri Keuangan Perancis katakan dollar tidak akan tergantikan sebagai mata uang utama dunia meski ada resiko yang membayangi. “Kita tidak bisa gantikan dollar; ini juga bukan hal yang harus dilakukan,” ungkap Lagarde ketika hadiri pertemuan ADB di Vietnam
Komentar ini diutarakan di saat banyak negara cemaskan dominasi dollar AS terutama dengan Federal Reserve yang pertahankan pelonggaran moneter dan pemerintah yang terancam kesulitan pendanaan. Di lain pihak, Meksiko, Rusia, dan Thailand sepertinya mulai kurangi porsi dollar sebagai cadangan devisa; ini terlihat dari kenaikan porsi emas yang dimiliki bank sentral sejak Januari 2011. 

Anjloknya Komoditas Picu Aksi Jual Pada Wall Street

Saham AS ditutup turun pada hari Rabu ditengah anjloknya harga emas dan minyak, dan berita melemahnya perekonomian AS. Harga komoditas turun akibat kecemasan pelambatan ekonomi di India, Cina dan AS, menyusul data sektor jasa dan tenaga kerja. Pasar nampaknya akan bergejolak pada bulan Mei hingga Juli, seperti yang terjadi pada musim panas lalu, namun saham akan kembali naik sebelum akhir tahun, menurut Jordan Kotick, kepala strategis teknikal pada Barclays Capital. "Kita sedang berada pada level tinggi selama beberapa tahun, dan sepertinya pasar komoditas memperingatkan kita bahwa pasar akan sedikit terkoreksi," ucap Kotick. "Dan itu seharusnya memberikan alasan bagi selera resiko untuk memudar pada bulan Mei, Juni, dan Juli."
Berita melambatnya sektor jasa di bulan April memicu penurunan pasar pada luasnya, yang mana telah menyentuh level tinggi dalam beberapa tahun di bulan April, ucap Marc Pado, strategis pasar dan analis teknikal pada Cantor Fitzgerald. "Pasar mengalami pendulum swing sejak hari Senin ke arah bearish," ucap Pado. Data yang lemah, termasuk melambatnya pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta memberikan “petunjuk arah yang dituju."

Rabu, 04 Mei 2011

AS Tekan Cina Terkait Reformasi Perbankan

Menteri Keuangan AS, Timothy Geithner mengatakan kemarin bahwa AS mulai menekan CIna untuk terus melakukan reformasi di sektor keuangannya. Dalam sebuah komentar sebelum pertemuan usaha AS-Cina, Geithner menyebutkan reformasi untuk Cina guna mendapatkan ekonomi yang lebih seimbang. Geithner, menjelang pembicaraan dialog strategi minggu depan, mengatakan bahwa AS juga akan terus mendesak Cina guna membiarkan Yuan terapresiasi lebih banyak dan bahwa AS juga menanyakan bukti bahwa Cina berkomitmen melindungi aset intelektual.

Analisa Fundamental - 4 Mei 2011

Sesi Eropa 
___________

15:30 WIB — Inggris — Construction PMI — Optimisme di sektor konstruksi bulan lalu 56,6. bulan ini diprediksi 55,7. Jika dirilis di atas angka tersebut, akan menguntungkan GBP.


15:30 WIB — Inggris — Net Lending to Individuals — Total pinjaman pada bulan lalu GBP 2,0 Juta, dirilis jauh di atas prediksi. Bulan ini, diprediksi angka pinjaman yang dikeluarkan bagi konsumen menjadi GBP 1,7 Juta. Jika dirilis di atas angka tersebut, akan baik bagi GBP.


15.30 — Inggris – Prelim Mortgage Approvals – Jumlah saham baru seiring dengan adanya pembelian properti sebesar 47.000 Pounds, meningkat dari bulan lalu 44.000 Pounds. Hal ini berhubungan dengan permintaan pada pasar properti. Jika data dirilis di atas prediksi maka akan menguntungkan GBP.


16:00WIB –Eropa– Retail Sales – Perubahan nilai total penjualan level ritel diperkirakan 0,2%, lebih tinggi dari bulan lalu -0,1%. Jika data dirilis di atas prediksi maka akan baik bagi EUR.


Sesi Amerika

___________


19:15 WIB — Amerika — ADP Non-Farm Employment Change — Jumlah pekerja bulan terakhir tercatat 201.000 dirilis jauh di atas prediksi. Bulan ini, jumlah peningkatan tenaga kerja diprediksi akan mencapai 200.000. JIka dirilis lebih baik maka akan menguntungkan USD.


21:00 WIB — Amerika — ISM Non-Manufacturing PMI — Dalam bulan terakhir, data ISM dirilis 57,3 di bawah prediksi prediksi. Hasil survey bulan ini diprediksi akan kembali meningkat di kisaran 57,9. Jika dirilis lebih baik dari prediksi, akan mendukung USD.


21:30 – Amerika – Crude Oil Inventories – Perubahan jumlah stok minyak mentah mengalami surplus sebesar 1,9 Juta Dolar. Kondisi ini mempengaruhi harga produk minyak dan sektor industri yang memanfaatkan minyak dalam menghasilkan produknya.

Senin, 02 Mei 2011

Analisa Mingguan (2-6 Mei 2011)

Monexnews - Weekly Report 2 May 2011

USD/JPY
Pasangan USD/JPY mengalami pelemahan setelah menjangkau level tinggi 82.77 pekan lalu. Menurut pandangan Kami, USD/JPY harus melampaui level tersebut untuk memulihkan kekuatan. Akan tetapi, lebih terbuka kemungkinan untuk menguji support bawah 80.50 pekan ini, seraya bergerak dalam kisaran sempit. Yen kini menanti pertolongan dari stimulus maupun intervensi. Jika tidak, maka pergerakan yen akan sangat terbatas.  

EUR/USD
Mata uang tunggal eropa tampak bergerak sangat licin di area resisten atas 1.4880, namun penurunan bisa terjadi kapan saja. Jika EUR/USD mampu bergerak ke atas 14880 dalam pekan ini, maka pair tersebut kemungkinan bisa menguji 1.5000. Tetapi seandainya jatuh ke bawah 1.4750, momentum bearish bisa kembali terpicu. Kami lebih memilih untuk menunggu hingga tengah pekan untuk mengambil peluang jual.

GBP/USD
Poundsterling juga menunjukkan pergerakan ‘mendua’ akibat sentimen yang beredar. GBP/USD dapat menembus ke atas 1.6750 lalu menguji 1.6880, sebelum akhirnya turun. Kemungkinan lain, GBP anjlok ke 1.6620 sehingga memicu minat jual. Sama seperti euro, Kami juga memilih untuk menanti sampai tengah pekan bagi GBP/USD. Mengingat tren kedua mata uang kawasan Eropa ini sedang bergerak searah.

GOLD
Komoditi emas terdorong ke high baru (1569.10) pada hari Jumat (29/04), sesaat setelah komentar Ben Bernanke. Ia memastikan bahwa program stimulus yang akan jatuh tempo pada Juni tahun ini akan dilanjutkan kembali. Kebijakan tersebut diartikan oleh pasar sebagai pelemahan mata uang dollar AS. Emas sendiri sudah terbang tinggi di tengah ketegangan politik Timur Tengah dan aksi investor dalam mencari rasa aman dari tekanan inflasi. Kami melihat emas masih naik, namun segera dihadang oleh profit-taking pada kisaran 1600.00. Jika tren berbalik dari 1570.00, jatuh menuju 1525.00 mengindikasikan koreksi lanjutan.  

OIL
Harga minyak mentah WTI bertahan di level tertinggi pekan lalu (113.85), dan berpeluang memicu minat beli baru dalam waktu dekat. Kami menetapkan wave target price (WTP) masih di 121.00 dalam beberapa pekan ke depan. Seandainya minyak turun dengan cepat di awal pekan ini, Kami perkirakan support yang akan diuji adalah level 110.00 sehingga membawa banyak investor ke pasar. Kami lebih memilih cara leluasa dalam satu pekan mendatang, yakni dengan mengambil posisi beli seraya menerapkan trailing stops. Abaikan proyeksi beli Anda bila minyak anjlok hingga level 110.00.

Gedung Putih: Kami Miliki Jasad bin Laden

Pemerintah Amerika Serikat (AS) memastikan bahwa jenazah pemimpin al-Qaeda sudah berada di tangan mereka. Dalam konferensi pers beberapa menit lalu, presiden Barack Obama membenarkan kabar yang beredar di media sebelumnya. Namun belum ada keterangan resmi kapan penampakan tubuh bin Laden akan dipublikasikan.  
 
Osama bin Laden terbunuh dalam sebuah operasi bersama di kota Abbotabad, 40 mil dari Islamabad. Demikian laporan pejabat senior Pakistan. Kota tersebut adalah wilayah basis pertahanan Pakistan. Dua helikopter AS dan sebuah milik Pakistan dikerahkan untuk memenangkan penyergapan. 
 
Bin Laden adalah tokoh yang diduga berada di balik tragedi 11 September serta beberapa aksi teror lain di seluruh dunia. Mengingat betapa sulitnya Ia diburu, tidak heran jika berita ini disambut baik berbagai kalangan. Kemenangan AS kali ini juga menular pada mata uangnya, yang menguat pasca kabar dirilis. 
 
Presiden Obama menyerukan jajarannya untuk terus waspada menyikapi ancaman al-Qaeda. "Amerika akan terus memerangi terorisme sampai ke akar penyebabnya," tutup Obama. Masyarakat Washington merayakan pernyataan sang presiden di pusat kota.

RBA Cenderung Tahan Suku Bunga

Pasar obligasi memberikan indikasi kepada gubernur RBA, Glenn Stevens bahwa ia tidak perlu menaikkan tingkat suku bunga dalam waktu dekat guna mengendalikan tingginya tingkat pinajan dan inflasi tercepat sejak 2006. Obligasi pemerintaj dengan jangka waktu 10 tahun turun sebanyak 1.5 bps ke 5.43% pada 29 April, membatasi kejatuhan minggu ke 3 dan pergerakan terluasnya sejak Agustus. Obligasi Australia kembali menuju level 1.7% selama 6 minggu belakangan, membaik dari 18 dari 19 negara-negara maju, menurut indeks dari Bank of America Merrill Lynch. Data minggu lalu menunjukkan tingkat harga konsumen naik 1.6% di kuartal I dan pinjaman bank untuk rumah tangga dan usaha tumbuh tertingginya dalam 2 tahun.

Analisa Fundamental – 2 Mei 2011

Sesi Eropa
______________

14:15WIB – Swiss – Retail Sales – Perubahan nilai total penjualan level ritel diperkirakan meningkat 2,2%, membaik dari 1,5% bulan lalu. Jika data dirilis di atas prediksi maka akan baik bagi CHF.

14:30 WIB — Swiss — SVME PMI — Data PMI Swiss bulan terakhir dirilis 59,3 di bawah prediksi. Bulan ini diprediksi menurun menjadi 58,8. Jika mampu menjaga tren selama ini dan menunjukkan angka di atas perkiraan tersebut maka akan sangat menguntungkan bagi CHF.

16:00WIB — Eropa — Pidato Trichet — Presiden ECB, Jean-Claude Trichet, akan berpidato di Bundesbank, Frankfurt. Pernyataan yang optimistik mengenai Zona Eropa akan menguntungkan Euro.

Sesi Amerika  
_____________

19:30 WIB — Kanada — RMPI — Harga bahan baku manufaktur 1,8% dirilis di atas prediksi pada bulan terakhir. Data kali ini diprediksi sebesar 1,9%. Jika dirilis di atas prediksi maka akan menguntungkan CAD karena akan sejalan dengan kuatnya perekonomian negara tersebut.

20:00 WIB – Inggris – Pidato Mervyn King, Gubernur BOE – Pidato yang disampaikan bersama dengan Andrea Enria, Wakil dewan resiko sistem Eropa di hadapana Parlemen Eropa, Brussels. Pernyataan optimistik dapat mendukung GBP.

21:00 WIB — Amerika — ISM Manufacturing PMI — Dalam dua bulan terakhir, data ISM dirilis di atas prediksi. Hasil survey bulan ini diprediksi di kisaran 59,9. Jika dirilis lebih baik dari prediksi, akan mendukung USD.

Minggu, 01 Mei 2011

Bernanke: Perekonomian Butuh Waktu Lebih Untuk Pulih

Perekonomian AS masih belum sepenuhnya pulih dari resesi dengan sektor perumahan yang masih menekan pertumbuhan, ucap Gubernur Federal Reserve Ben Bernanke pada pidatonya hari Jumat. "Perekonomian masih jauh dari yang diinginkan," ucapnya. Sebelumnya pada pekan ini Fed mengatakan akan memantau program pembelian obligasi senilai 600 milyar dollar yang diluncurkan pada bulan November untuk mendorong pemulihan, melalui kesimpulan pada saat program berakhir di bulan Juni.
Perekonomian terbesar dunia bertumbuh pada tingkat tahunan 1.8% dalam kuartal pertama tahun ini, namun tingkat pengangguran masih ada pada 8.8%. Terpuruknya pasar perumahan juga memperlambat pemulihan ekonomi, ucap Bernanke. Tingkat penyitaan rumah masih tinggi dan banyak masyrakat yang berhutang lebih banyak daripada harga rumah itu sendiri. "Sudah jelas, permasalahan pada pasar tenaga kerja dan sektor perumahan tidak berhubungan," ucapnya.