Jumat, 08 Juli 2011

Minyak Mentah Terus Reli $ 2 Terkait Data AS

Minyak mentah AS berjangka menguat pada hari Jumat, memperpanjang penguatan lebih dari $ 2 per barel sehari sebelumnya terkaitdata pasar ritel dan tenaga kerja AS, dengan fokus pada payrolls AS yangdirilis hari ini.

Minyak mentah NYMEX untuk pengiriman bulan Agustus naik 24 sen menuju $ 98,91. Kontrak ditutup naik $ 2,02 di $ 98,67 pada hari Kamis setelah sempat mencapai $ 99, level tertingginya3 minggu.

Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan laporan bulanan jobs dariAS, Jumat.
Data pemerintah AS yang dirilis Kamis menunjukkan persediaan minyak mentah turun hanya sebesar 889.000 barel minggu lalu. Penurunan tersebut dibawah perkiraan dan di bawah 3,2 juta barel dalam sebuah laporan hari selasa

Emas Kokoh Menjelang Data Tenaga Kerja

Harga emas kokoh di hari Kamis, berada dekat $1,530 per ons menjelang data tenaga kerja penting AS di hari Jumat. Investor memperkirakan keniakan besar pada nonfarm payrolls AS, namun dengan banyak faktor berpengaruh pada emas, masih belum ada arah yang jelas jika hasil payrolls menunjukkan kenaikan.
Emas sempat turun sepanjang hari, setelah ECB kembali menaikkan suku bunga dan menawarkan bantuan untuk Portugal agar dapat membayar hutagnya. Berita ini seidkit meredakan kecemasan masalah hutang zona Eropa, yang telah mendukung harga emas saat ini. "Menurutku aksi hindar resiko cukup akut untuk melihat adanya peralihan menuju safe-haven seperti apa yang kita lihat tahun lalu ketika Yunani bermasalah," ucap Daniel Major analis RBS. "Kenaikan suku bunga yang kita lihat bertahap dan berjalan lambat nampaknya tidak cukup membuat investor beralih dari emas ke aset yang ber-yield tinggi," ucapnya.

Klaim Pengangguran AS Berkurang

Klaim pengangguran AS berkurang menjadi 418,000 lebih baik dari prediksi 420,000 dan revisi publikasi sebelumnya 432,000. Wall Street dan dollar AS pertahankan penguatan setelah berita dirilis. Ini mungkin dapat berikan harapan akan segera membaiknya sektor tenaga kerja AS terutama dengan laporan ADP yang tunjukan penambahan 157,000 tenaga kerja di bulan Juni, meningkat dari rilis sebelumnya 432,000. 
"Data tenaga kerja bulan lalau tunjukan perbaikan yang signifikan meski ekonomi AS hanya catatkan pertumbuhan 1,9% di kwartal kedua 2011. Saya optimis, kita akan melihat lebih banyak pertumbuhan tenaga kerja di semester kedua tahun ini," ungkap Gary C. Butler, CEO ADP. 

Gaji Swasta AS Naik 157,000 di Bulan Juni

Tenaga kerja sektor swasta naik 157,000 di bulan Juni menurut laporan ADP, sekaligus menjadi sinyal pelambatan ekonomi baru – baru ini bersifat temporer.
 
Angka headline ini memberikan kejutan pada Wall Street, setelah kenaikan 2 kali lipat lebih besar dibanding perkiraan ekonom. Saham as berjangka terpantau rebound paska laporan ADP payrolls ini.
 
Laporan ini dapat mengindikasikan data non farm payroll hari Jumat nanti akan lebih positif, sementara tingkat pengangguran masih tetap di 9.1%. Meski secara keseluruhan sektor tenaga kerja AS masih terlihat lemah, namun sudah ada progress untuk penciptaan lapangan kerja.

ECB Naikan Bunga 25 bps

European Central Bank naikan suku bunga 25 bps menjadi 1,5%, sesuai prediksi. Ini merupakan kenaikan kedua kalinya untuk tahun ini setelah pada pertemuan April bank sentral juga naikan bunga 25 bps ke level 1.25%. Bank sentral Eropa telah tegaskan akan lakukan apapun demi kendalikan inflasi dekat target 2%.
Meskipun keputusan ini berdampak positif untuk euro, namun pasar kini nantikan konverensi pers ECB'S Trichet yang akan dimulai pada pukul 1930 WIB untuk mencari petunjuk lebih lanjut akan kenaikan berikutnya dan persepsi bank sentral atas krisis utang zona-euro.
Trichet mungkin tidak akan gunakan kata "strongly vigilance", kode bagi kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya. Analis juga tidak prediksi ECB akan naikan suku bunga berurutan setelah sebagian petinggi ECB lainnya tegaskan untuk hindari "serangkaian kenaikan suku bunga". Ekonomi perkirakan ECB mungkin akan kembali naikan suku bunga pada pertemuan Oktober, paling cepat..    

Kamis, 07 Juli 2011

Eksodus ke 'Safe-haven' Tikam Kurs Sterling

Pound Sterling belum juga beranjak dari zona degradasi di hari Kamis bahkan terpantau lemah diantara major currencies lainnya dan berkisar dibawah level penting $1.6000.
Faktor utama yang membuat investor enggan untuk mengambil posisi di mata uang Ratu Elisabeth adalah akibat kenaikan suku bunga China dan kekhawatiran penyebaran krisis hutang zona Euro sehingga memaksa investor mengalihkan dana secara masif ke aset yang lebih aman atau safe haven seperti Greenback.
 
Sterling juga terus tertekan akibat ekspektasi kenaikan suku bunga yang makin menjauh mendorong investor menggunakan Cable sebagai mata uang pendanaan. Spekulasi terbaru yang menyebutkan bahwa BoE mungkin akan me-restart program pembelian aset guna merangsang permintaan dalam perekonomian, turut menekan pound.
 
Untuk prospek ke depan penguatan Sterling masih nampak terbatas, mengingat optimisme investor terhadap suku bunga Inggris sudah menyusut karena diperkirakan suku bunga masih akan bertahan di rekor rendah untuk waktu lama.

Kontras! Dua Kebijakan ECB & BoE

Perhatian pasar dunia hari ini Kamis (07/07) tertuju kepada kebijakan suku bunga yang akan drilis oleh dua Bank Sentral besar yaitu Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank Sentral Inggris (BoE).
Namun ke dua Bank Sentral tersebut akan mengeluarkan kebijakan yang kontras. ECB banyak diperkirakan bakal menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke level 1.50 persen dan akan tayang pukul 18.45 WIB.
 
Sementara BoE dipastikan akan kembali menahan suku bunga tetap di kisaran rendah 0.50 persen dan akan rilis lebih cepat pada pukul 18.00 WIB.
 
Banyak kalangan investor menilai meskipun EUR kini melemah, namun pelemahan lebih dalam akan terbatasi, karena hari ini akan dicerahkan oleh optimisme kenaikkan suku bunga. Selain itu sinyal bahwa pengetatan lebih lanjut dari ECB akan terjadi tahun ini, turut memberi dukungan bagi Euro.
 
Kontras dengan Euro, prospek ke depan penguatan Sterling masih sangat terbatas mengingat optimisme investor terhadap suku bunga Inggris makin menyusut karena diperkirakan suku bunga Inggris masih akan bertahan di rekor rendah untuk waktu lebih lama.

Analisa Fundamental – 7 Juli 2011

Sesi Eropa
____________


14:15 WIB –Eropa– CPI — Data ini akan menjadi indikator penting untuk mengukur tingkat inflasi di Swiss. Data bulan terakhir mengalami stagnasi. Data hari ini diperkirakan menurun 0,1%. Jika dirilis di atas prediksi akan menguntungkan CHF.


15:30 WIB – Inggris
– Manufacturing Production – Bulan lalu total output produksi di Inggris 1,1%, diprediksi membaik pada bulan ini. Jika dirilis di atas prediksi akan menguntungkan GBP


17:00 WIB — Eropa — German Industrial Production — Setelah mencatatkan adanya data positif dan di atas prediksi pada dua bulan terakhir, bulan ini diprediksi 0,7%. Jika dirilis lebih baik dari angka tersebut, akan memberikan support bagi Euro.


18:00 WIB – Inggris
– Asset Purchase Facility – Bank of England diperkirakan masih akan terus mempertahankan nominal Asset Purchase di angka GBP 200 miliar.


18:00 WIB – Inggris – Official Bank Rate – Suku bunga Bank of England juga diperkirakan akan tetap di level 0,5%. Jika ada peningkatan, maka akan sangat menguntungkan GBP.


Inggris — MPC Rate Statement — Pernyataan-pernyataan BoE yang optimistik mengenai kondisi ekonomi Inggris dan kebijakan-kebijakan yang kemungkinan akan ditempuh di kemudian hari akan memberikan support bagi GBP.


18:45 WIB – Eropa – Minimum Bid Rate – Suku bunga operasional perbankan Eropa diperkirakan akan meningkat pada level 1,50%. Jika dirilis di atas prediksi maka akan baik bagi Euro.


Sesi Amerika

____________


19:15 WIB — Amerika — ADP Non-Farm Employment Change — Jumlah pekerja bulan terakhir tercatat 38.000 dirilis jauh di bawah prediksi. Bulan ini, jumlah peningkatan tenaga kerja diprediksi akan mencapai 67.000. JIka dirilis lebih baik maka akan menguntungkan USD.


19:30 WIB — Canada
— NHPI — Harga rumah diperkirakan akan mengalami peningkatan 0,2%. Jika dirilis di atas perkiraan tersebut akan mendukung CAD.


19:30 WIB — Eropa — ECB Press Conference — ECB akan memberikan pandangan mengenai ekonomi Eropa dan juga tentang tingkat suku bunga. Pernyataan yang optimistik akan menguntungkan Euro.


19:30WIB – Amerika – Unemployment Claims – Jumlah orang yang mengklaim asuransi pengangguran berada pada 421.000, lebih rendah dari data bulan lalu 428.000. Walaupun merupakan indikator yang terlambat tapi jumlah pengangguran merupakan salah satu sinyal kesehatan ekonomi secara keseluruhan, karena konsumsi public sangat berhubungan dengan kondisi pasar buruh. Jika data dirilis di bawah prediksi maka akan menguntungkan USD.


21.00 – Kanada – Ivey PMI
– Level indeks gabungan berdasarkan survey pada manajer pembelian berada pada level 65,7. Hal ini menunjukkan adanya ekspansi sektor industri. Data yang dirilis di atas level tersebut akan baik bagi CAD


21:00 — Inggris
– NIESR GDP Estimate — Prediksi NIESR mengenai GDP sejauh ini cukup akurat, oleh karena itu prediksi-prediksi mereka terus dinantikan.


22:00 – Amerika – Crude Oil Inventories – Perubahan jumlah stok minyak mentah mengalami defisit 2,4 Juta Barrel. Kondisi ini mempengaruhi harga produk minyak dan sektor industri yang memanfaatkan minyak dalam menghasilkan produknya.

Jelang ECB meeting

Euro kembali merosot terhadap Dollar AS dan masih terpantau bergerak di kisaran negatif di hari Kamis.
Euro terpuruk terutama akibat meluasnya sentimen negatif pasar karena negara Portugal saat ini menjadi negara Uni Eropa ke-2 setelah Yunani yang diturunkan peringkat kreditnya ke status ‘junk’ atau sampah oleh lembaga pemeringkat Moody’s.
 
Sontak kondisi ini kembali memicu kekhawatiran meluasnya krisis hutang zona Eropa, ditambah lagi negara China kemarin diluar perkiraan menaikkan suku bunga. Dua faktor tersebut mendorong investor beralih ke mata uang safe haven seperti Franc Swiss, Yen Jepang dan Dollar AS.
 
Aksi hindar resiko di pasar juga makin meningkat setelah beberapa hari lalu angka manufaktur zona Eropa dan penjualan ritel muncul mengecewakan sehingga kondisi ini meredam rally Euro.
 
Namun pelemahan lebih dalam bisa terbatasi karena hari ini akan ada pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga. Sementara adanya sinyal bahwa pengetatan lebih lanjut dari ECB akan terjadi tahun ini, turut memberi dukungan bagi Euro.

Logam Mulia Volatile Jelang ECB

Analis Standard Bank, Marc Ground memprediksi logam mulia bergerak volatile, dipicu oleh volatilitas EUR menjelang hasil pertemuan ECB dan komentar Trichet hari ini. Logam mulia terutama emas dan perak sangat rentan, tambah Ground. Jika ECB menaikkan suku bunga, hal ini mendorong euro dan juga emas yang cenderung bergerak terbalik terhadap USD. Spot emas di $1,527.30/ons, turun $2.10. Perak di $35.95/ons, naik 5 sen dari level penutupan kemarin.

Kecemasan Hutang, Inflasi Dorong Emas

Harga emas naik pada hari Rabu, seiring kenaikan suku bunga Cina menjadikan kecemasan inflasi sebagai fokus utama, dan seiring kekhawatiran mengenai hutang zona Eropa memicu aksi beli safe-haven. Emas naik kendati penurunan tipis pada komoditas lainnya serta menepis penguatan dollar seiring aksi hindar resiko mendorong harga emas ke level tinggi range perdagangan dalam 2 bulan.
 "Cina telah beberapa kali menaikkan persyaratan modal dalam beberapa bulan terakhir, bagaimanapun, inflasi meningkat, sehingga artinya kita tidak dapat menghasilkan uang dengan hanya memegang uang tunai," ucap Carl Firman analis VM Group. "Banyak kalangan menengah baru di Cina telah terbiasa. Dan ada banyak permintaan untuk menyimpan emas dalam situasi seperti ini.

Prediksi Dari Roubini

Melemahnya kondisi ekonomi akan datang bersamaan di tahun 2013 dan menciptakan "badai yang sempurna" atas pelemahan global, ucap ekonom Nouriel Roubini. Roubini mengatakan AS, negara-negara Eropa dan yang lainnya cukup handal dalam mencegah masalah mereka, bahwa krisis sesungguhnya tidak akan menyerang hingga tahun 2013. Namun ketika itu terjadi, dampaknya akan sangat parah.
"Prediksiku untuk sebuah badai yang sempurna bukan pada tahun ini ataupun tahun depan namun 2013, karena semua orang sedang menumpuk masalahnya," ucapnya dalam wawancara. "Saat ini ada permasalahan di AS setelah pemilu jika kita tidak segera mengatasi masalah fiskal. Perkeonomian Cina terlalu cepat, dan nantinya akan melambat secara drastis."
Dalam jangka pendek, Roubini melihat adanya pertumbuhan yang lambat namun stabil di AS, dengan GDP diperkirakan akan berada sedikit diatas2%, dan tingkat pengangguran serta sektor perumahan akan terus menahan perekonomian. Dengan demikikan, pemulihan akan sangat sulit dicapai seiring pemerintah memangkas belanja dan menaikkan pajak untuk meredakan tekanan dari membengkaknya hutang dan defisit.

Kenaikan Suku Bunga China Melukai Aussie

Mata uang komoditas diperdagangkan lebih rendah pada hari Rabu pasca China menaikkan suku bunga untuk ke-3 kalinya tahun ini, yang mendorong investor untuk menarik diri dari perdagangan aset beresiko di pasar yang tengah terguncang oleh downgraderating hutang Portugal.
Aksi para investor dalam melepas posisi pada saham, komoditas dan mata uang terkait pertumbuhan tak dapat terbendung, yang menekan Dollar Australia turun hingga sekitar 0,3% ke kisaran $1.0650. Meskipun begitu, beberapa analis menilai aksi jual tersebut hanya merupakan reaksi spontan dan bersifat sementara.
 
"Ketika China menaikkan suku bunga, reaksi awal yang terjadi pada mata uang komoditas biasanya negatif dalam jangka pendek. Namun faktanya China benar-benar serius memperlambat laju perekonomiannya dan tren masih tetap positif," kata Peter Kinsella , analis Commerzbank.
 
People’s Bank of China pada hari Rabu telah menaikkan suku bunga pinjaman menjadi 6,56% dan suku bunga deposito menjadi 3,5%.
 
Sebelumnya, Aussie sempat terapresiasi akibat optimisme terhadap data sektor ketenagakerjaan yang diperkirakan akan menunjukkan laju pertumbuhan terpesat dalam 3 bulan terakhir pada rilis hari Kamis. Sejumlah ekonom yang disurvey memperkirakan pekerjaan akan meningkat sebanyak 15.000 pada bulan Juni dari 7.800 pada bulan sebelumnya.

Rabu, 06 Juli 2011

Analisa Fundamental – 6 Juli 2011

Sesi Eropa
____________

14:00WIB — Inggris — Halifax HPI — Harga rumah di Inggris bulan ini diprediksi membaik 0.1%. Jika dirilis di atas prediksi, maka akan memberikan dukungan bagi GBP.

17:00 WIB — Eropa — German Factory Orders —Jerman merupakan negara dengan industri terkuat di Eropa saat ini. Diperkirakan, permintaan untuk industri di sana akan menurun 0,5%, setelah bulan lalu berada pada 2,8%, yang mendukung EUR. Jika data dirilis di atas prediksi maka memberi dampak positif bagi EUR.

Sesi Amerika
____________

19:30WIB – Kanada–Buildi ng Permits – Jumlah ijin bangunan tempat tinggal diprediksi meningkat 5,1. Hal ini merupakan langkah awal dalam aktivitas konstruksi di masa depan. JIka pada bulan ini data dirilis di atas prediksi maka akan baik bagi CAD.

21:00 WIB — Amerika — ISM Non-Manufacturing PMI — Dalam bulan terakhir, data ISM dirilis 54,6 di atas prediksi prediksi. Hasil survey bulan ini diprediksi di kisaran 53,9. Jika dirilis lebih baik dari prediksi, akan mendukung USD.



Keputusan RBA Tenggelamkan Aussie

Dollar Australia terdepresiasi versus 12 dari 16 mata uang yang paling banyak diperdagangkan pasca bank sentral mempertahankan suku bunga utama Australia tidak berubah, sembari mengatakan bahwa pertumbuhan tahun ini mungkin akan meleset dari target sebelumnya.
Aussie melemah untuk hari ke-2 terhadap mata uang AS seiring para tradersemakin yakin jika Reserve Bank of Australia akan memangkas tingkat suku bunga pada tahun ini. Yield obligasi Australia tenor 2-tahun juga tergelincir.
 
"RBA telah menurunkan target pertumbuhan Australia," kata Richard Grace, kepala analis mata uang dan kepala ekonom internasional pada Commonwealth Bank of Australia di Sidney. "Yield obligasi lokal menyesuaikan dengan bergerak lebih rendah, dan itu memberikan tekanan ringan terhadap Dollar Australia."
 
Dalam pernyataan yang menyertai keputusan suku bunga, Gubernur RBA Glenn Stevens mengatakan jika pertumbuhan ekonomi Australia tahun 2011 mungkin tidak akan sekuat perkiraan sebelumnya. Sedangkan untuk jangka menengah, pertumbuhan secara keseluruhan masih cenderung akan sejalan dengan tren atau bahkan lebih tinggi selama ekonomi global dapat tumbuh sesuai harapan, tambahnya.
 
Yield obligasi Australia tenor 2-tahun tergelincir 5 basis poin atau 0,5% menjadi 4,70% setelah sempat menyentuh tingkat terendah sejak 29 Juni di 4,69%.

Optimisme Permintaan Lejitkan Minyak

Minyak mentah AS ditutup di atas $96 per barel, seiring pulihnya sektor komoditas dan perbankan menaikkan perkiraan harga tahun 2012 menguatkan ekspektasi pulihnya perekonomian. Jumlah pesanan baru untuk yang diterima pabrik di AS kembali naik di bulan Mei, meski kurang dari perkiraan namun data ini menandakan normalisasi sektor manufaktur setelah tertekan oleh gangguan pada rantai suplai akibat gempa bumi di Jepang bulan Mei lalu.
"Meningkatnya ekspektasi harga diakibatkan perkiraan berkurangnya kapasitas cadangan global di tahun 2012, bersama dengan intensifikasi yang signifikan pada latar belakang geopolitik pasar minyak," ucap Barclays Capital. Kekerasan dan keresahan di Yaman dan Irak menjadi faktor pendukung bagi harga minyak, ucap trader dan analis. Investor tidak menghiraukan komentar dari Moody’s dan kecemasan mengenai perekonomian Eropa serta perjuangan Yunani melawan hutang.

Investor Kembali Hindari Resiko

Harga emas naik 2% pada hari Selasa, seiring investor yang menhindari resiko melakukan aksi beli emas dalam kencemasan mengenai outlook ekonomi Cina dan kecemasan krisis hutang Yunani. Laporan media mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga Cina dan komentar dari Moody’s mengikis selera resiko.
"Sudah jelas, berita dari Cina pagi ini membantu emas," ucap Tom Kendall, analis Credit Suisse. "Ada banyak aksi beli dari institusi yang telah absen sementara ini, dan posisi di emas jauh lebih sedikit dari pemain jangka pendek," tambahnya. Obligasi kembali pulih di hari Selasa, seiring peringatan mengenai perbankan Cina dan berlanjutnya ketidakpastian pada zona Eropa mendorong aset safe-haven, termasuk emas.

Selasa, 05 Juli 2011

Fokus Investor: Non-Farm Payrolls AS

Data tenaga kerja bulan Juni akan menjadi rintangan selanjutnya bagi bursa saham AS yang telah kembali dari keterpurukan dengan mencetak performa mingguan terbaik dalam hampir 2 tahun. Data penting pekan ini adalah data tenaga kerja bulan Juni di hari Jumat, yang diperkirakan hanya akan menambah 100,000 pekerjaan. Data lain termasuk data tenaga kerja sektor swasta ADP dan survei sektor manufaktur ISM pada hari Rabu. "Menurutku hal yang terpenting adalah data AS yang akan dirilis. Jika kita mendapat konfirmasi lanjutan bahwa rally akan berlanjut, menurutku itu akan mendominasi pasar," ucap Jens Nordvig, kepala strategis G-10 pada Nomura Securities. "Jika kita melihat pada pasar global, salah satu hal penting adalah rally pada suku bunga, termasuk di negara dimana bank sentral sedang dalam jalur pengetatan." Nordvig memperkirakan dollar akan tetap berada dalam tekanan seminggu kedepan, teutama jika data AS lebih baik dari perkiraan. "Menurutku dalam lingkungan sekarang ini dollar akan cenderung melemah," ucapnya, menambahkan perkiraannya bahwa euro akan menuju 1.50.

Analisa Fundamental – 5 Juli 2011

Sesi Eropa
___________


15:30 WIB — Inggris — Services PMI —Bulan lalu, data PMI Inggris dirilis 53,8. Data kali ini diprediksi pada level 53,6. Jika data dirilis di atas perkiraan tersebut maka akan menguntungkan GBP.


16:00 WIB – Eropa– Retail Sales – Perubahan nilai total penjualan level ritel diperkirakan menurun 0,9%. Jika data dirilis di atas prediksi maka akan baik bagi Euro.


Sesi Amerika

___________


21:00 WIB — Amerika — Factory Orders — Perubahan pesanan baru manufaktur, bulan lalu data menurun 1,2% dan dirilis di bawah prediksi, yang memberikan tekanan pada USD. Jika data dirilis di atas 1,1% maka akan kembali memberikan support bagi USD.

Fundamental Picu Tekanan Jual Aussie

Dollar Australia tergelincir dari posisi tinggi 7-minggu terhadap mata uang AS pasca laporan pemerintah menunjukkan penjualan ritel dan ijin mendirikan bangunan merosot di bulan Mei, yang meredam permintaan untuk aset ber-yield tinggi.
Aussie juga terdepresiasi ke level terlemah dalam seminggu versus Kiwi setelah sebuah ukuran inflasi tahunan Australia turun di bawah puncak kisaran target bank sentral untuk pertama kalinya dalam 11 bulan terakhir. Sementara para pembuat kebijakan Reserve Bank of Australia diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada hari Selasa, menurut sejumlah ekonom yang disurvei.
 
"Data yang dirilis mencerminkan lemahnya beberapa sektor dalam perekonomian, yang mendukung pandangan bahwa RBA masih akan menunda kenaikan suku bunga sampai akhir tahun ini," kata Besa Deda, kepala ekonom pada St. George Bank Ltd. di Sydney. "Penjualan ritel adalah salah satu data ekonomi yang dirilis mengecewakan dan menambah tanda-tanda jika perekonomian akan segera melalui sebuah fase yang lambat, sehingga tekanan jual Aussie mungkin akan berlanjut."
 
Penjualan Ritel Australia bulan Mei merosot 0,6% dari bulan sebelumnya, menurut laporan Biro Statistik. Angka tersebut jauh lebih buruk dibandingkan perkiraan kenaikan 0,3% dalam sebuah survey. Biro statistik juga melaporkan Ijin Mendirikan Bangunan turun 7,9% pada bulan Mei.
 
Saat ini AUD/USD ditawarkan pada kisaran $1.0730 atau 0,42% lebih rendah dibandingkan harga pembukaan hari Senin.