Senin, 06 Juni 2011

Stimulus Baru Sulit Diharapkan

Indikator ekonomi Amerika Serikat (AS) berbalik ke arah perlambatan. Banyak warga masih menganggur dan sektor hunian resmi meraih predikat double dip. Di saat bersamaan, pejabat negara tengah mendiskusikan langkah untuk membawa perekonomian ke jalur yang benar. Tidak hanya itu, anggota legislatif juga harus berkonsiliasi dengan pemerintah dalam debat tentang plafon hutang negara. 
 
Sesungguhnya langkah pemerintah tidak sepenuhnya gagal. Sektor otomotif mampu bangkit dan unemployment benefits bisa menopang hajat hidup warga. Lembaga perbankan dapat beraktifitas normal berkat bailout miliaran dollar. Meski demikian, beberapa pakar ekonomi dan analis konsisten mengkritisi kebijakan moneter otoritas. Ada yang mendukung, tidak sedikit pula yang skeptis. Berikut adalah kutipan pendapat berbagai analis yang dirangkum oleh Monexnews:
 
1. Norman Ornstein, Resident Scholar di American Enterprise Institute
 
"Setiap kesepakatan harus berujung pada pemangkasan anggaran."
 
Jika pejabat harus benar-benar mengambil keputusan segera, maka pemangkasan budget harus jadi prioritas. Hal tersebut memang sangat diinginkan pihak Republik sebagai bagian dari peningkatan plafon anggaran sebelum deadline 2 Agustus. 
 
2. Eugene Steuerle, Ekonom dari Urban Institute
 
"Kedua pihak (Partai Demokrat dan Republik) sesungguhnya tahu cara menuntaskan negosiasi."
 
Situasi politik AS sangat mempengaruhi kebijakan ekonomi negara. Republikan mengendalikan parlemen, sementara Demokrat menyetir senat dan Gedung Putih. Terlalu banyak benturan kepentingan yang menutupi urgensi kebijakan itu sendiri. Apalagi pemilihan umum 2012 kian dekat, tidak heran kalau politisi lebih bersikap jual mahal dan sulit diajak kompromi. 
 
Negosiasi soal hutang memang sangat beresiko terhadap perekonomian. Jika perundingan buntu, maka pasar akan sangat geram dengan kebodohan pasar pejabat. Masalah ini memang jadi problem utama karena pembengkakan hutang sudah lebih dari $14 triliun, sebuah angka yang sangat tinggi. Jumlah tersebut sedikit banyak dipicu oleh pemborosan melalui pos-pos pengeluaran seperti pemangkasan pajak, perang Irak dan Afghanistan serta pemberian stimulus. 
 
Jika perekonomian terus terkikis, hanya ada satu opsi stimulus terakhir yang bisa dikejar, yakni program pembelian obligasi untuk memompa dana ke lini ekonomi. Namun negosiasi soal ini mungkin jauh lebih sulit dari perundingan apapun dalam sejarah AS.

Pemulihan Eropa Akan Berjalan Lambat

Anggota dewan moneter European Central Bank, Christian Noyer, utarakan Eropa telah keluar dari krisis, meskipun laju pemulihan akab melambat di kuartal mendatang. "Kondisi keuangan cukup memuaskan dengan tingkat suku bunga jangka pendek dan panjang di level rendah serta hampir tidak ada tanda-tanda berkurangnya penyaluran kredit," papar Noyer, yang juga menjabat sebagai Gubernur Bank sentral Perancis dalam pidatonya di Helsinki.

"Laju pemulihan mungkin lambat dalam kuartal mendatang ...  krisis mungkin telah meninggalkan bekas luka pada ekonomi kita. Potensi pertumbuhan mungkin telah terpengaruh. Proses perbaikan terus berlanjut, yang libatkan agen-agen publik dan swasta, juga dapat membebani pertumbuhan jangka menengah. "

Emas Tembus Diatas $1550

Emas untuk pengantaran bulan Agustus, sebagai kontrak teraktif menguat sekitar 0.66% tidak lama ini, ke level $1551.90.
 
Lemahnya data ekonomi AS pekan lalu telah memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve masih akan mempertahankan tingkat bunga di level rendah sepanjang tahun ini sehingga opportunity costs untuk memegang emas masih rendah.
 
Selama 2 tahun terakhir, Emas terkerek naik oleh ketakutan ekonomi yang sama maka sejak laporan non-farm payroll dirilis sangat mengecewakan keyakinan investor semakin hancur terhadap laju pemulihan ekonomi AS. Berita lainnya, problem utang Eropa masih menambah ketidakpastian keuangan.
 
Berdasarkan studi teknikal, Emas telah melampaui level Resistan 1 (1550) dari formula Pivot Point, mengindikasikan potensi penguatan lebih lanjut mengincar area 1559 sebelum menuju 1577. Bias intraday masih bullish di jangka pendek, kecuali jika Emas anjlok dibawah area support 1526 – 1520, baru bisa merubah bias intraday menjadi bearish.

Aussie Tangguh Jelang Pertemuan RBA

Aussie masih diperdagangkan dekat level tinggi 3 minggu terhadap greenback akibat bertambahnya bukti perlambatan ekonomi AS dan tingginya suku bunga Australia. Non-farm payrolls AS catatkan pertumbuhan terlambat dalam delapan bulan terakhir dan tingkat pengangguran naik menjadi 9,1% di bulan Mei. Aussie menguat sebelum Reserve Bank of Australia lakukan pertemuan besok pagi.

"Pasar melihat buruknya data AS sebagai pertanda buruk bagi ekonomi AS dan buruk bagi dollar. Yield obligasi AS terus tertekan dan Aussie kembali diuntungkan oleh perbedaan suku bunga," ungkap Jonathan Cavenagh, strategis Westpac Banking Corp. "Pasar tidak ingin ambil posisi short Aussie jelang pertemuan RBA besok."

"Ada bukti perlambatan pertumbuhan ekonomi AS lebih tajam dari perkiraan," ungkal John Kyriakopoulos, analis National Australia Bank. "Jika ekspektasi kenaikan suku bunga RBA bertambah minggu ini, Aussie dapat uji harga tertinggi 11 Mei $1.0887." Indeks swaps tunjukkan trader harapkan kenaikan suku bunga RBA pada pertemuan Juli atau Agustus demi redam tekanan inflasi. 

Isu Quantitative easing-III Meningkat Setelah Payrolls

Apa yang menjadi kekhawatiran pasar telah terjawab setelah dirilisnya angka Non-farm Payrolls A.S (NFP) yang hanya menunjukkan pertumbuhan sebesar 54000 atau 3 kali lebih rendah dibanding ekspektasi pasar bulan Mei, sementara tingkat pengangguran naik tipis menjadi 9,1% dari 9,0% pada bulan sebelumnya.
Rilisan sektor tenaga kerja ini menambah buruk catatan fundamental ekonomi Amerika sehingga kalangan pelaku dan pemerhati pasar kini bertanya-tanya mungkinkah pihak Federal Reserve memperpanjang pembelian obligasi melalui kebijakan quantitative easing tahap III (QE-III)? Ini adalah salah satu konsep yang berkembang pekan ini sebagai spekulasi pasar.
 
Menurut Kathy Lien, direktur riset valas pada GFT, pasar tenaga kerja masih sangat lemah dan jika kondisinya tetap seperti ini, Federal Reserve mungkin tidak akan menaikkan suku bunga hingga dalam 12 bulan mendatang.
 
Memang tidak dipungkiri desakan terhadap QE-III telah meningkat, namun bank sentral masih perlu melihat data NFP dalam satu atau dua bulan mendatang guna menilai apakah tren telah berbalik sebelum mempertimbangkan stimulus tambahan.
 
Sementara mayoritas pengamat Fed masih melihat QE-III masih kecil kemungkinannya. Dan kendala kali ini lebih hebat, mengingat inflasi yang terus meningkat, sementara tingkat pengangguran makin tinggi pada level 9.1%.
 
"Quantitative easing jilid III kemungkinannya sangat kecil, namun tidak ada yang tidak mungkin," ujar Jim O'Sullivan, kepala ekonom pada MF Global.

Analisa Mingguan (6-10 Juni 2011)

USD/JPY
USD/JPY bergerak sempit dari kisaran atas 81.77 hingga turun ke 80.05. Pasangan mata uang ini jatuh pada hari Jumat (03/06) akibat data tenaga kerja Amerika Serikat yang buruk, sehingga anjlok ke level support yang Kami perkirakan pekan lalu. Kami melihat bahwa USD/JPY masih kelelahan meski petunjuk belum jelas. Support terdekat yang bisa tersentuh adalah 79.50, kecuali tren berbalik ke atas 81.77.
EUR/USD 
Valuta euro berhasil mencapai target harga di atas 1.4600 yang Kami tetapkan pekan lalu. Kami memprediksi EUR/USD pekan ini bergerak pelan dan mulai berkonsolidasi, support bawah yang bisa diuji adalah 1.4450. Kisaran tinggi 1.4650 yang terpantau saat ini harus dijaga agar tren kenaikan bertahan. Minat jual bisa terjadi di awal pekan ini. Abaikan proyeksi awal Anda jika EUR/USD merangsek ke atas 1.4700!
GBP/USD
GBP/USD akan bearish pekan ini, walaupun dapat menguji resisten atas di area 1.6500. Traders disarankan mengambil short-entry dari kisaran atas di awal pekan, kemudian menunggu level bawah sekitar 1.6280. Kami perkirakan tren jangka menengah lemah dalam beberapa bulan ke depan, kecuali tren naik bisa memecah resisten 1.6550.  
GOLD
Secara umum, emas diperdagangkan turun pekan lalu, sebelum berbalik kuat hari Jumat akibat rilis jobs yang negatif. Kami prediksi harga emas kuat di 1546.00 di tengah limpahan minat jual. Level support teridentifikasi di 1512.00 bila emas terjatuh pekan ini. Selalu amati tren USDX, yang pergerakannya selalu berlawanan dengan emas.  
OIL
Minyak mentah WTI berputar di sekitar 100.00 pekan lalu seraya menghimpun kekuatan baru untuk naik. Pada dasarnya, minyak terpengaruh oleh kebijakan valuta dollar serta kekhawatiran terhadap suplai dari negara-negara Arab. Kami melihat tren akan kokoh di atas area 98.25 untuk kemudian konsolidasi lagi di kisaran 103.00. Banyak kemungkinan tercapainya level harga tinggi dalam waktu dekat, terutama bila tren terus naik melampaui resisten 103.00. Abaikan proyeksi beli bila minyak melewati dan bertahan di bawah kisaran 98.25.

Analisa Fundamental – 6 Juni 2011

Sesi Eropa
_____________

14:30WIB
– Amerika– Pidato Charles Plosser – Pidato yang disampaikan pada diskusi yang berjudul “Central Bank Policy After the Crisis” pada Event “Global Interdependence Center on Capital Markets in a Post Crisis Environment”, di Helsinki Pernyataan optimistik akan mendukung USD.
 
Sesi Amerika
_____________

19:30WIB
– Kanada– Building Permits – Jumlah ijin bangunan tempat tinggal diprediksi menurun 2,3%. Hal ini merupakan langkah awal dalam aktivitas konstruksi di masa depan. JIka pada bulan ini data dirilis di atas prediksi maka akan baik bagi CAD.

21.00
– Kanada – Ivey PMI – Level indeks gabungan berdasarkan survey pada manajer pembelian berada pada level 59,1. Hal ini menunjukkan adanya ekspansi sektor industri. Data yang dirilis di atas level tersebut akan baik bagi CAD

Desakan Untuk QE3 Meningkat

Apa yang menjadi kekhawatiran pasar telah terjawab dengan rilis Non-farm Payrolls yang hanya menunjukkan pertumbuhan sebesar 54K atau 3 kali lebih lemah dibandingkan ekspektasi pasar pada bulan Mei, yang menghantarkan tingkat pengangguran beranjak naik sedikit menjadi 9,1% dari 9,0% pada bulan sebelumnya.
Menurut Kathy Lien, direktur riset mata uang pada GFT, "Desakan untuk QE3 mungkin telah meningkat, namun bank sentral masih perlu melihat data NFP dalam satu atau dua bulan mendatang guna menilai apakah tren telah berbalik sebelum mempertimbangkan stimulus tambahan."
 
"Pasar tenaga kerja masih sangat lemah dan jika tetap seperti ini, Federal Reserve mungkin tidak akan menaikkan suku bunga selama 12 bulan", kata Kathy Lien. "Sebelum rilis data NFP, pasar telah memprediksi akan adanya sebuah kenaikan suku bunga pada akhir kuartal pertama atau awal kuartal kedua, dan sekarang prediksi itu telh bergeser ke awal kuartal ketiga paling cepat."
 
"Meskipun risk aversion telah menjatuhkan EUR/USD, data pekerjaan AS yang lemah akan memberikan dukungan positif untuk EUR/USD ketika investor mulai menyadari bahwa ECB masih memiliki rencana untuk menaikkan suku bunga pada musim panas ini," tambahnya. 

Mungkinkah Federal Reserve memperpanjang pembelian obligasi pasca bulan Juni? Ini adalah salah satu konsep yang berkembang hingga pekan ini sebagai spekulasi pasar. Dorongan datang dari data hari Rabu yang menunjukkan penurunan tajam pada tingkat pekerjaan sektor swasta dan melambatnya sektor manufaktur. Ditambah dengan pelemahan dari Cina dan Eropa, semua berita ini cukup memukul bagi bursa saham – yang tersokong oleh kebijakan longgar dari Fed – untuk turun lebih dari 2%. Indeks Standard & Poor's 500 mencetak hari terburuk sejak bulan Agustus.
Kebanyakan pengamat Fed masih melihat QE3 masih kecil kemungkinannya. Halangan kali ini lebih hebat, mengingat inflasi yang beranjak naik dan sementara tingkat pengangguran berada pada 9%. "Kemungkinannya sangat sangat kecil, namun tidak ada yang tidak mungkin," ucap Jim O'Sullivan, kepala ekonom pada MF Global.

Seputar Komoditi Oil&Gold

Emas perkasa setelah dua hari berturut mengalami pelemahan akibat spekulasi para investor untuk menjual emas di dekat rekor harga tertingginya.
 
Emas hari ini berhasil terkerek naik 0.52% ke level $1541, yang menurut kebanyakan pelaku pasar kenaikan Emas terlampau tinggi dan terlampau cepat. Penguatan sebagian besar ditopang oleh argument ketakutan utang zone Eropa, konflik geopolitik yang berlanjut di Timur Tengah maupun Afrika serta prospek jangka panjang dollar AS yang masih buruk.
 
Menurut survey Bloomberg, 15 dari 17 trader, investor dan analis atau 88% mengharapkan Emas masih naik minggu depan, sementara hanya 1 yang memprediksi harga akan melemah dan satu lagi masih netral.
 
Dollar AS sendiri melemah -0.17% akibat data tenaga kerja di level terendah dalam setahun terakhir.
 
Berdasarkan studi teknikal, bias intraday masih bullish selama harga bergerak didalam bullish channel pada grafik H4, mengincar area 1563 sebelum ke level psikologis 1600. Di sisi bawahnya level support terdekat ada di 1528 – 1500 – 1480. 

Minyak kembali tergelincir di bawah level psikologis $100 seiring investor cemaskan outlook permintaan energi dunia. Suramnya publikasi data ekonomi baik dari AS, Eropa, dan Cina sinyalkan rapuhnya pemulihan global sehingga grogoti outlook permintaan energi. Investor kini nantikan data non-farm payrolls AS yang mungkin tegaskan rapuhnya pemulihan ekonomi terbesar dunia. Survei Reuters perkirakan AS hanya ciptakan 150 ribu lapangan pekerjaan baru, lebih rendah dari publikasi April 224.000.

"Investor nantikan laporan tenaga kerja AS sebagai petunjuk pergerakan minyak lebih lanjut. Kita mungkin akan alami gejolak jangka pendek nanti malam,” kata Ben Le Brun, analis CMC Markets. Minyak harus dapat pertahankan $100, namun jika harga tembus level rendah kemarin 98.45 maka ada peluang berlanjutnya penurunan hingga 96.60, harga terendah 25 Mei.

Minyak juga tertekan oleh laporan OPEC akan tingkatkan output sebanyak 1,5 juta barel per hari pada pertemuan 8 Juni mendatang. Kenaikan cadangan minyak AS juga turut bebani sentimen. Namun, memburuknya kerusuhan di Yaman diharapakan dapat cegah penurunan lebih dalam.

Payrolls Dirilis Mengecewakan

Perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat (AS) menambah lebih sedikit pekerja pada bulan Mei, yang menandakan hilangnya kepercayaan sektor bisnis seiring melambatnya laju perekonomian terbesar di dunia tersebut.
Sektor swasta hanya menambah 54.000 pekerjaan pada bulan Mei, yang merupakan pertumbuhan terkecil dalam 8 bulan terakhir, setelah mencatat kenaikan 244.000 pada bulan sebelumnya, menurut laporan Departemen Tenaga Kerja pada hari Jumat. Angka tersebut jauh lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata perkiraan para ekonom dalam sebuah survey yang menunjukkan pertumbuhan 150.000. Sementara tingkat pengangguran AS pada bulan Mei meningkat menjadi 9,1% dari sebelumnya 9%.
 
Tidak hanya itu, daya serap tenaga kerja AS bulan Mei hanya memenuhi sepertiga konsensus analis, yang mematok estimasi 160.000. Rerata pengangguran 9,1% juga berbanding terbalik dengan perkiraan pasar, 8,9%. 
 
Perusahaan-perusahaan nampaknya tengah mencoba untuk meredam biaya tenaga kerja di tengah kekhawatiran terhadap melemahnya belanja konsumen, yang mencakup sekitar 70% dari perekonomian, seiring rumah tangga berjuang menghadapi kenaikan biaya pangan dan bahan bakar.
 
Terhambatnya pemulihan sektor tenaga kerja mungkin akan kian memperteguh pandangan para pembuat kebijakan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga mendekati ‘nol’ hingga tahun depan.
 
"Pemulihan sektor tenaga kerja melambat seiring terhambatnya laju perekonomian," kata Michael Feroli, kepala ekonom JPMorgan Chase & Co. di New York. "Dan akan mempertegas keyakinan pembuat kebijakan dalam mempertahankan suku bunga yang ada untuk waktu yang sangat lama."

Jumat, 03 Juni 2011

Wall Street Mix, Fokus Pada NFP

Saham AS kehilangan tenaga pada beberapa menit terakhir perdagangan untuk ditutup mix pada hari Kamis menjelang data tenaga kerja bulanan dari pemerintah dan pasca petinggi Uni Eropa mengatakan belum ada kesepakatan mengenai bantuan tambahan untuk Yunani. Moody’s memperingatkan mengenai potensi downgrade pada peringkat hutang AS jika pemerintah di Washington tidak membuat kemajuan berarti dalam diskusi menengai anggaran hingga pertengahan Juli.
Sementara itu, Yunani setuju dengan Uni Eropa dan IMF untuk menerapkan kebijakan yang lebih ketat, menurut salah satu petingginya, namun  salah satu petinggi di zona Eropa mengatakan pada CNBC bahwa laporan itu tidak benar. Pejabat Yunani menolak berkomentar. Tanda pelemahan kembali muncul setelah jumlah klaim pengangguran turun kurang dari perkiraan pada hari Kamis, dan peritel melaporkan tingkat penjualan antar toko yang mix pada bulan Mei. Namun sebagian investor sedang menanti laporan tenaga kerja bulan Mei dari pemerintah pada hari Jumat untuk gambaran yang lebih jelas tentang kondisi perekonomian. "Menjelang data tenaga kerja besok, investor sangat cemas data akan lebih buruk dari yang diharapkan," ucap Jonathan Corpina, partner managing senior pada Meridian Equity Partners. "Menurutku ekspektasi untuk data besok sangat sangat rendah."

Kamis, 02 Juni 2011

Sejumlah Bank Eropa Diminta Melakukan Stress-Test Ulang

Rilis hasil stress testperbankan Eropa putaran terakhir harus mengalami penundaan setelah regulator meminta beberapa bank untuk mengulang perhitungan mereka guna memperbaiki "inkonsistensi atau asumsi yang tidak realistis".
European Banking Authority (Otoritas Perbankan Eropa) sebelumnya telah berencana untuk mempublikasikan hasil stress test tersebut pada akhir bulan ini, namun akhirnya harus diundur sampai bulan Juli, menurut laporan The Wall Street Journal mengutip pernyataan seseorang yang terlibat dalam proses tersebut.
 
Dalam sebuah pernyataan, EBA mengatakan bahwa pihaknya belum menetapkan kembali tanggal publikasi guna memastikan kualitas dari kepatuhan bank dan regulator lokal mereka.
 
"Perbaikan kesalahan dan perubahan harus dilakukan apabila terdapat inkonsistensi atau asumsi yang tidak realistis," menurut EBA.
 
Uji stress perbankan Eropa, yang dimulai pada bulan Maret, telah dirancang untuk menguji seberapa kuat bank-bank di Eropa dalam bertahan menghadapi guncangan ekonomi.

Kelanggengan Posisi Obama Mungkin Bergantung Data Tenaga Kerja

Tidak ada satupun presiden Amerika sejak Franklin Delano Roosevelt yang mampu memperpanjang masa jabatan presiden untuk ke-2 kalinya dengan tingkat pengangguran pada saat pemilu bertengger di atas 7,2%.
Maka semakin jelas bahwa Presiden Obama harus mampu mengatasi tantangan sektor tenaga kerja dalam 17 bulan ke depan, sebelum pemilu berikutnya dimulai, jika berkeinginan untuk mempertahankan jabatannya.
 
Sekitar 9% orang Amerika masih belum mendapatkan pekerjaan, sementara perusahaan-perusahaan di AS semakin sedikit menambah pekerja meskipun PHK juga berkurang. Sebagian besar pemerhati ekonomi, termasuk penasihat presiden sendiri, memprediksi pertumbuhan sektor tersebut hanya akan mengalami sedikit kemajuan hingga bulan November 2012.
 
Data sektor pekerjaan terbaru yang akan dirilis Jumat nampaknya akan dapat menunjukkan penyebab baru kekhawatiran. Indikator-indikator lain juga menunjukkan laju pertumbuhan yang lesu. Data manufaktur yang lemah, prospek suram pada sektor pekerjaan yang akan dilaporkan Jumat dan turunnya penjualan mobil telah menggiring pasar ke level penutupan terburuk mereka sejak bulan Agustus. 

Trichet Hantarkan Euro Ke Level Tinggi 4-Minggu

Penurunan Euro dari posisi tinggi kemarin di area 1.4460 nampaknya telah menemukan support di 1.4320, untuk kemudian kembali beranjak naik seiring komentar Trichet yang menyangkal terjadinya krisis Euro. EUR/USD berhasil menembus level rendah kemarin untuk mencetak level tinggi 4-minggu baru di 1.4485.
Seiring pergerakan tersebut, level resistensi terdekat bagi pasangan mata uang ini mungkin dapat ditemukan pada area 1.4500/10 (trendline jangka pendek), kemudian 1.4585 (high 6 Mei) dan 1.4755/65 (low 1/3 Mei). Sebaliknya, level support terletak pada 1.4305 (low 1 Juni), yang diikuti oleh 1.4255 (low 30 Mei) dan 1.4205 (high 26 Mei).
 
Presiden ECB, Jean Claude Trichet, membantah pemikiran sejumlah kalangan yang menganggap telah terjadi krisis Euro sembari mengatakan bahwa Moneter Uni Eropa telah menunjukkan "pencapaian yang luar biasa". Trichet juga kembali menegaskan komitmen ECB dalam menjaga stabilitas harga di zona Euro.

European Central Bank  mungkin dukung rencana yang dorong investor untuk membeli obligasi Yunani baru untuk gantikan surat utang yang telah jatuh tempo, menurut nara sumber Bloomberg. Ini tentunya tunjukkan pelunakan keengganan ECB atas rencana restrukturisasi demi selesaikan krisis utang. ECB masih kaji rencana tersebut karna dapat ringankan beban Yunani tanpa ajukan default. ECB masih tentang rencana perpanjangan waktu pembayaran obligasi yang jatuh tempo.

ECB tentang setiap kebijakan yang dapat dikategorikan sebagai default karena takut bisa picu kekacauan dalam sistem perbankan Eropa. Komisaris Eropa, Olli Rehn, kemarin utarakan masih kaji rencana rollover dan petinggi ECB Juergen Stark katakan rencana tersebut tidak masuk kategori default. Petinggi Eropa kini tengah bujuk investor untuk terima rencana rollover utang yang jatuh tempo dengan cara berikan status khusus, pembayaran kupon lebih tinggi, atau agunan.

Sementara itu, euro menguat di sesi London, sentuh 1.4485, akibat optimisme akan selesainya krisis utang zona-euro dan komitmen Kanselir Merkel untuk tetap dukung euro.

Kecemasan Global Benamkan Wall Street

Saham AS tenggelam lebih dari 2% pada hari Rabu, menyusul serangkaian data ekonomi yang mengkonfirmasi lambatnya pemulihan dan pasca Moody’s memangkas peringkat hutang Yunani lebih dalam mendekati status junk. Berita sektor manufaktur yang lebih buruk dari perkiraan kebanyakan analis juga menekan yield obligasi tenor 10 tahun AS menjadi 2.96%, level terendah sejak Desember 2010. Sementara terjadi penurunan tajam pada bursa saham hari ini, pasar masih “berayun dalam range yang lebar,” ucap Dan McMahon, direktur perdagangan saham pada Raymond James. Pergerakan dalam 2 hari terakhir cukup volatile dan pasar terpantul dalam range.”
Moody's memangkas rating obligasi Yunani mendekati status junk. Selain akibat meningkatnya resiko restrukturisasi, agensi rating ini juga melihat prospek pertumbuhan yang “sangat tidak pasti" serta gagal memenuhi target reformasi anggaran. Saham sektor keuangan memimpin penurunan, dengan indeks perbankan KBW Bank anjlok ke level rendah 6 bulan dan berada di bawah MA200, menyusul berita buruk pada sektor perumahan di hari Selasa lalu ketika indeks harga rumah S&P/Case-Shiller menunjukkan harga rumah turun menuju level rendah pasca resesi baru pada kuartal pertama. Berita buruk selanjutnya untuk pasar perumahan datang dari Mortgage Bankers Association yang melaporkan indeks aplikasi kredit perumahan turun hampir sebanyak 4% pekan lalu, dipicu oleh tingkat over kredit yang turun 5.7%.

Moody's Downgrade Yunani

Moody's memilih untuk memangkas peringkat hutang Yunani menjadi Caa1 dari B1 dan menetapkan oultook negatif pada peringkat tersebut. Pemangkasan terjadi akibat kecemasan Yunani tidak dapat menstabilisasi posisi hutangnya tanpa restrukturisasi di tengah prospek pertumbuhan yang anemik dan implementasi tantangan. Moody's juga mengatakan pihak pendukung Yunani membutuhkan kreditur swasta dalam restrukturisasi sebagai prasyarat dukungan pendanaan.

Rabu, 01 Juni 2011

EURUSD: Masih Bullish, Potensi Koreksi ke 1.4367

EURUSD masih berada dalam uptrend, bergerak di sepanjang helve dari Andrews’ pitchfork. Untuk jangka pendek diperkirakan akan ada pergerakan pullback menuju support di 1.4367 untuk kemudian meneruskan pergerakan bullish menuju resistance di 1.4436. Namun jika pecah ke atas 1.4436 kemungkinan diikuti dengan pergerakan ke 1.4478. 


Minyak Kuat Di Pasar Asia

Minyak naik tipis diperdagangan Asia, melanjutkan penguatan tadi malam setelah ditutupnya pipa kilang minyak dan  USD/EUR menyentuh level rendah tiga pekan.
TransCanada akan segera memulai operasi untuk pipa kilang minyak Keystone dalam waktu dekat, menurut analis Nihon Unicom, Hiroyuki Kikukawa. Minyak Nymex diperkirakan akan berada di range $95-$105/barrel. Minyak Nymex kontrak Juli naik 14 sen menjadi $102.84/barrel di Globex setelah tadi malam melambung 2.1%, Minyak ICE Brent Juli naik 7 sen menjadi $116.80/barrel setelah naik 1.79%. Tumpaham minyak sekitar 10 barrel di stasiun pompa Kansas sepanjang jaringan pipa Keystone memaksa TransCanada untuk menutup seluruh jaringan pipanya.  Keystone berhubungan dengan jaringan di Alberta dan Cushing, Okla yang menjadi pusat pengiriman untuk Minyak Nymex.
EUR menyentuh level tinggi tiga pekan terhadap USD setelah Wall Street Journal melaporkan Jerman akan mendorong penjadwalan awal bagi obligasi Yunani untuk menfasilitasi paket bantuannya. Berita ini mendorong optimisme Eropa berhasil mengatasi kebuntuan atas kebutuhan pendanaan Yunani.

Aussie Reli Ditengah Buruknya GDP

Penguatan Aussie selama ini tertahan hingga munculnya data GDP, tetapi saat ini kembali meluncurkan reli kuat, membawa mata uang tersebut bertahan diatas 1.0700 dari sebelumnya 1.0686 sebelum data GDP tersebut dirilis.
Walau terjadi kontraksi ekonomi di Australia, dengan rilis yang lebih buruk dari perkiraan, -1.0% yang menjadi -1.2%, para pelaku pasar memiliki kekhawatiran akan hal yang mungkin akan memburuk, setelah komentar dari RBA yang memberikan gambaran yang kurang baik.
Pasar sepertinya merayakan data “yang tidak begitu buruk”, seiring mata uang tersebut terus berusaha meraih level tinggi barunya, terakhir tercatat di level 1.0725. Resistance terdekat mungkin akan terlihat di 1.0755.

“Payrolls AS” Hantui Greenback Pekan Ini

Setelah pasar Amerika libur di hari Senin, para investor masih sedikit yang berminat memasuki pasar karena hari Kamis besok Amerika kembali libur dan kondisi ini menyebabkan berkurangnya data-data ekonomi sebagai momentum pergerakan hari ini.
Sementara Dollar AS masih tenggelam bersama pelemahannya di hari Rabu terhadap major currencies terkait data-data ekonomi A.S yang dirilis belakangan ini tidak memberikan performa yang baik bagi para pelaku pasar sehingga kondisi ini terus memperburuk pelemahan dollar.
 
Sejumlah angka ekonomi yang bermunculan negatif tersebut makin menambah spekulasi bahwa Federal Reserve akan jauh tertinggal dibanding bank-bank sentral lain dalam hal menaikkan suku bunga dan kondisi ini bakal sulit terutama bagi momentum penguatan dollar AS selanjutnya.
 
Minggu ini pelaku pasar kembali akan disuguhi data Non-farm payrolls AS dengan prediksi peningkatan hanya sebesar 180 ribu tenaga kerja dibandingkan sebelumnya 244 ribu. Situasi pekerjaan di AS tampaknya masih lesu meski ada sinyal peningkatan di sektor lapangan pekerjaan.
 
Data lain yang kemungkinan dapat memperburuk performa ekonomi AS diantaranya ISM Manufaktur dan Construction Spending, keduanya akan dirilis hari Rabu ini.